







Dalam rangka menyelenggarakan program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), diperlukan sebuah kajian komprehensif yang dikenal sebagai Training Need Analysis (TNA).
TNA menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memastikan bahwa pelatihan yang diberikan benar-benar relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Identifikasi kebutuhan pelatihan dapat dilakukan melalui berbagai metode, salah satunya adalah Focused Group Discussion (FGD), yang melibatkan pemangku kepentingan dari dunia industri, asosiasi profesi, akademisi, dan pemerintah. Melalui FGD, BBPVP Medan memperoleh masukan langsung terkait kebutuhan keterampilan, perkembangan teknologi, serta standar kompetensi yang dibutuhkan di lapangan kerja.
Dalam konteks penyiapan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing untuk menyambut bonus demografi Indonesia yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2030, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) yang terarah dan berbasis kebutuhan nyata industri.
Melalui pendekatan TNA dan FGD ini, BBPVP Medan memastikan bahwa setiap program pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas, daya saing tenaga kerja, serta kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja saat ini dan masa depan.
Bersama dunia usaha dan dunia industri, BBPVP Medan siap mencetak SDM kompeten, adaptif, dan siap kerja untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.
#Kemnaker #BBPVPMedan #TrainingNeedAnalysis #TNA #FGD